Aisyah fat

Kunjungi Profil

“SelfCare” New Normal Ala Santri Sabilillah Seni Memupuk Karakter Cinta Diri Sendiri

Sekolah Sabilillah mempunyai slogan ataupun prinsip “8 Cinta” dalam lingkungan pendidikannya. Pastinya kita semua tau “8 Cinta“ yang kita miliki. Salah satu di dalamnya adalah “Cinta Diri Sendiri”. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan “Cinta Diri Sendiri?”. Self Love adalah gambaran, pandangan, keyakinan, penghargaan dan perasaan seseorang terhadap dirinya sendiri. Nah kesempatan kali ini mari kita kupas bagaimana “Cinta Diri Sendiri” dari sisi kesehatan kita! Pernahkah kita lupa makan dengan teratur? lupa mandi dengan teratur? lupa tidak membersihkan kamar tidur atau lingkungan disekitar kita? bahkan lupa kapan terakhir kali tidur dengan nyenyak? Kemudian kita mendapatkan sakit perut, sering pusing dan lemas hingga tekanan darah rendah? Terkadang, karena begitu banyaknya aktivitas, kita melupakan apa yang dibutuhkan diri kita hingga akhirnya merasa sakit. Sebagian orang mungkin beranggapan bahwa mencintai diri sendiri itu egois. Padahal, merawat diri sendiri, memikirkan diri sendiri, dan mencintai diri sendiri itu dibutuhkan tubuh kita agar terus produktif dan menjadi pribadi yang positif. Beberapa tahun lagi, kita akan mulai menemukan dan merasakan kebutuhan untuk sehat lebih dari apapun, bahwa tiada nikmat dunia yang bisa dinikmati tanpa sehat walafiat. Menjaga kesehatan di masa muda adalah investasi, paling akan terasa manfaatnya ketika menginjak usia dewasa. Sebelum menyesal di kemudian hari, alangkah baiknya untuk menjaganya sebaik mungkin dari sekarang. Tentu tidak mudah. Apalagi ada banyak kebutuhan kita yang terkadang memang menantang gaya hidup sehat. Misalnya aktivitas yang berat, hasrat konsumtif, keinginan untuk sembarang jajan atau justru malah keinginan untuk diet berlebihan. Sehat tidak melulu soal jasmani, namun juga mental kita. Tahukah kita bahwa  keduanya saling memengaruhi. Penyakit penyakit hati dan perasaan bisa berdampak pada fungsi fungsi tubuh kita. Seperti Peribahasa “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” itu bukan isapan jempol belaka.

            Masih jelas didepan kita semua tentang satu virus kecil bernama “Corona Virus 2019 atau Covid 19” kan? Tahukah kita bahwa cara paling efektif untuk memutus rantai virus tersebut adalah dengan Self Care, Peduli dengan diri sendiri adalah kegiatan yang kita lakukan untuk menjaga dan merawat diri kita sendiri baik fisik maupun mental untuk meningkatkan derajat kesehatan. Salah satunya adalah “berPerilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS”. PHBS adalah kegiatan yang dipraktikkan atas kesadaran diri sendiri yang dapat bermanfaat minimal untuk menolong dirinya sendiri dari sisi kesehatan. Derajat kesehatan kita tidak akan efektif jika hanya didukung oleh tindakan pengobatan tanpa adanya CaringOurself. Covid 19 merupakan virus yang cara penularannya melalui Droplet atau percikan dahak orang yang sedang sakit ketika batuk atau bersin dan tersebar ke udara yang kita hirup, dan berjabat tangan pada orang orang yang pernah berkunjung atau kontak ke daerah transmisi virus tersebut dalam 14 hari dengan gejala batuk, tenggorokan sakit, demam, panas tinggi lebih dari 38 derajat hingga sesak napas. Covid 19 jelas sangat berbahaya, misalnya jika seseorang setelah pergi dari daerah yang terkena virus dan orang tersebut tidak merawat dirinya sendiri, tidak segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan, ternyata orang tersebut dinyatakan terkena virus, nah apakah penyebarannya juga akan semakin cepat? Siapa saja yang sudah berinteraksi dengan orang tersebut? Tentu situasi seperti ini akan sangat berbahaya bagi kita jika tidak benar benar menjaga diri kita sendiri. 

            Belum reda Covid 19, kita juga harus dan terus waspada akan bahaya penyakit lain yang berhubungan dengan lingkungan dan kebersihan, yaitu “Demam Berdarah Dengue atau DBD”. Jika Covid 19 mayoritas yang terkena orang dewasa, DBD justru banyak menyerang anak anak dan remaja. Demam berdarah disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypty yang membawa virus Dengue. Virus ini sering kita temui di genangan air, sela sela baju kotor yang tergantung di belakang pintu, handuk yang bertumpuk, hingga di sela sela tatanan air minum. Nyamuk ini senang menggigit kita di pagi hari pada pukul 09.00 -10.00 WIB dan di sore hari pukul 16.00 WIB, lalu meninggalkan virus Dengue di tubuh kita. Setelah kenyang, nyamuk DBD senang beristirahat pada baju baju yang menggantung, kemudian meyebarkan virus Dengue lagi ke tubuh manusia. Jika imunitas kita lemah, setelah digigit nyamuk DBD kita akan merasakan panas tinggi, lemas, pucat, hingga perdarahan seperti mimisan terus menerus. dan jika tidak segera teratasi DBD dapat menyebabkan kematian. Lalu bagaimana akibat dari dua virus diatas? Apa peran kita untuk ikut serta menanggulangi wabah yang sedang kita hadapi sekarang? Jelas bahwa akibat yang paling kita rasakan adalah di tunda untuk belajar bersama di sekolah bukan? Ditunda untuk bertemu dan berinteraksi dengan teman teman di kelas, bahkan sedikit banyak kita merasa ketakutan. Nah kontribusi yang dapat kita lakukan adalah dengan mencintai diri kita sendiri yaitu Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat.

            Dua cerita virus diatas merupakan salah satu gambaran dampak jika kita lalai dengan diri kita sendiri. Memupuk karakter memang tidak bisa instan. Diperluka disiplin diri untuk bisa mengontrol dorongan diri sendiri. Seseorang yang berkarakter kuat membutuhkan nurani yang kuat pula, nurani tersebut terletak pada diri seseorang itu sendiri. Sama halnya karakter yang lain, karakter mencintai diri sendiri pun harus di didorong oleh nurani dan keinginan yang kuat untuk menjadi pribadi yang baik. Apakah Self Care sebatas merawat diri sendiri secara fisik? Tidak, bagaimana dengan Healthy Mind kita? Disekolah kita selalu didorong oleh bapak ibu guru untuk Self Compassion atau menyayangi diri sendiri. Bapak Ibu guru adalah garda terdepan bagi kita untuk membentuk konsep diri, cara pandang terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar, baik fisik, karakter, juga cara memotivasi diri. Ditambah pula kita adalah remaja generasi Z yang suka kebebasan, ambisi kuat, mengerjakan sesuatu dengan instan, hingga generasi yang menjunjung informasi.

            Dimasa pandemi ini, kita sebagai remaja mempunyai beberapa permasalahan diantaranya bosan tidak bisa berkumpul dengan teman teman disekolah, di Ma’had, adaptasi cara belajar baru, motivasi naik turun, hingga overthingking. Nah untuk mengurai permasalahan ini kita dituntut untuk belajar adaptasi kebiasaan baru dengan memahami makna bahwa kita hidup di situasi pandemi. Memahami New Normal sebagai nilai baru, yaitu berusaha dan belajar beradaptasi serta meyesuaikan diri apa yang boleh dan tidak dilakukan. Misal pada hal hal sederhana disekitar sesimple menggunakan masker dan membawa handsanitizer dimanapun berada sebagai antisipasi penyebaran virus.

            Hal sederhana yang harus kita lakukan untuk mencintai dan merawat diri sendiri, ikut serta dalam penanganan wabah, bahkan sangat berfungsi untuk banyak orang disekitar kita adalah Berperilaku Sehat fisik dan mental, sebagai santri, kita harus punya starter pack untuk hidup di masa pandemi, apa saja kira kira? mari kita praktikkan 4 hal sederhana di bawah ini! 

1. Kewajiban Cuci Tangan

            Sejak merebaknya Covid 19, kita pasti setiap hari mendengarkan rajin cuci tangan, pakai masker, Physical Distancing, dan lain sebagainya. Tepat sekali Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah obat utama bagi kesehatan kita, apapun sakit yang kita alami. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir 6 langkah minimal 20 detik adalah cara kita mencintai badan kita dari sebaran kuman dan virus.  Sarang kuman terbanyak ternyata terdapat pada benda benda yang serig kita pegang seperti uang, gadget, boneka, bahkan bulu hewan kesayangan kita. Ada 5 momen penting kita diwajibkan untuk mencuci tangan, yaitu sebelum dan sesudah makan, setelah batuk dan bersin, setelah menggunakan Gadget, setelah menyentuh peliharaan, dan setelah menggunakan kamar mandi.

2. Jajan dan Diet, boleh, tapi..?

            Memang susah nolak renyahnya gorengan, enaknya es krim atau camilan penuh lelehan keju yang kekinian itu. Tapi mau tidak mau kita harus mulai perhatian dengan apa yang kita makan, kalau tidak mau punya banyak penyakit di masa tua nanti. Kita harus tau dari mana tempat memperoleh jajan tersebut, dipinggir jalan atau sungai kah? Apakah jajan tersebut punya kemasan yang tertutup? Bahkan kita juga harus tau ciri ciri jajan yang mengandung banyak bahan kimia seperti Borax, Formalin, Rhodamin B atau Methanil yellow yang biasanya sebagai pewarna makanan. jajan kita juga harus aman dari bahaya biologis seperti lalat, rambut penjual yang rontok, dan kotoran kuku penjual. Tapi kan kita harus jajan? Tenang banyak tips bagaimana kita bisa tetap makan dengan nyaman untuk menjaga kesehatan, yaitu selain harus tau bahaya bahaya diatas, jangan lewatkan sarapan, mengurangi makanan berminyak dan berlemak, menghindari Junk Food, ganti cemilan dengan buah, banyak minum air putih dan diet sehat.

            Berbicara diet, di usia remaja, pasti sangat antusias bukan? Taukah kita bahwa banyak dari kita yang salah mengartikan diet. Demi menjaga dan menurunkan berat badan kita rela tidak makan apapun. Padahal diet adalah “diit” yang artinya pola makan. Jadi diet adalah cara makan yang tepat, tidak lebih dan tidak kurang, sesuai dengan asupan gizi yang dibutuhkan tubuh. Kalaupun merasa ingin mengatur pola makan hal tersebut boleh dilakukan untuk menjaga kesehatan, tetapi perlu kita ingat untuk tidak asal diet karena tubuh perlu gizi yang cukup. Alih alih mendapat badan yang ideal, diet yang tidak tepat akan membuat jatuh sakit. Jauh lebih penting makan dan jajan sehat untuk memenuhi gizi seimbang tubuh kita. Bahkan ketika kita sudah berkeinginan kuat untuk diet, dan tidak ada yang mengontrol, kita bisa mendapatkan sindrom Anoreksia Nervousa, merasa bersalah telah makan dan jajan. Hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mental kita juga loh!

3. Your Healthy Room berhubungan dengan gatal gatal, kok bisa?

            Ruangan yang bersih akan mencerminkan pribadi seseorang dalam mencintai dirinya sendiri. Kebersihan ruangan kita juga akan menekan pertumbuhan virus dengue kan? Nyamuk tidak akan suka bersarang di baju baju kotor kita yang menggantung itu. Kesehatan ruangan kita sangat berperan pada fikiran positif kita, kita akan merasa nyaman dan produktif untuk beraktivitas. Bayangkan jika kamar kita kotor, tidak pernah mengganti seprei, baju dan kaos kaki berserakan, jajan dan sisa tempat makan tidak dicuci berhari hari? Semut, nyamuk, kecoa, bahkan tikus suka bersarang disana, ketika tidur tidak tau jika digigit serangga, keesokan harinya gatal gatal, dibiarkan dan lebih parah lagi menularkan ke teman teman, hingga akhirnya wabah scabies atau gudik siap menyerang kita!

 

4. Keuntungan ini hanya untuk kita yang tidur cukup dan teratur

Aktivitas harian yang padat sering membuat kita kelelahan. Ketika akan istirahat di malam hari, baru ingat  kalau masih ada tugas-tugas yang harus diselesaikan. Ujung-ujungnya jadi begadang semalaman demi menyelesaikan tugas tersebut. Ada juga yang suka begadang karena keasyikan main games. Saat kita kurang tidur, produksi kolagen jadi menurun, dan hormon kortisol meningkat. Akibatnya, produksi minyak di kulit jadi banyak, jerawat pun akan terpicu untuk keluar. Sebaliknya jika tidur cukup dan teratur, tubuh akan membentuk kolagen yang berguna menjaga kesehatan kulit, termasuk mencegah kerutan. Kulit kita menjadi bersih dan sehat secara alami. Keuntungan lain jika kita cukup tidur adalah selalu mempunyai fikiran yang positif, menjaga berat badan, mempunyai tubuh yang sehat dan lebih kuat. Hingga dapat menurunkan resiko penyakit jantung karena kurang tidur juga membuat tekanan darah naik dihari hari berikutnya. Saat kita tidur, tubuh juga berisitirahat. Tekanan darah turun, pernapasan melambat,otot-otot jadi rilesk serta terjadi peningkatan suplai darah. Dengan begitu, kalau kita cukup tidur maka risiko penyakit jantung dan darah tinggi tersebut jadi berkurang.

Nah ananda semua, marilah kita berperan aktif demi menjaga kesehatan kita semua dengan melakukan berubahan kecil yang dapat bermanfaat minimal untuk diri kita sendiri. Karena kesehatan dan kebugaran santri adalah hal utama kita untuk menerima kegiatan sehari hari dengan produktif.

 

“SelfCare”NewNormalAlaSantriSabilillahSeniMemupukKarakterCintaDiriSendiri
Komentar (0)

Tuliskan Komentar Anda

- Belum ada komentar, jadilah yang pertama berkomentar -